Sunday 20th October 2019

Melihat Museum Maskapai Terbaik Jepang, JAL Sky Museum

JAL Sky Museum

JAL Sky Museum – Japan Airlines menjadi maskapai terbesar dan terbaik di Jepang. Sudah ada sejak 1951, kamu bisa intip hanggar Japan Airlines di negeri asalnya.

detikTravel bersama Japan Airlines (JAL) berkunjung ke negeri sakura, Rabu (13/2/2019) pekan lalu. Kunjungan pertama ialah JAL Sky Museum.

JAL Sky Museum berada di depan Terminal 1, Tokyo International Airport atau lebih dikenal dengan Bandara Haneda. Traveler yang mau berkunjung ke sini diharapkan untuk membuat janji terlebih dahulu di web JAL Sky Museum Kengaku.

Museum ini terbuka untuk umum. Namun kebanyakan yang datang adalah turis domestik.

Saat masuk ke museum ini, wisatawan akan diberikan kartu identitas buatan layaknya pegawai JAL. Di tiap kartu terdapat barcode yang berfungsi sebagai tiket masuk.

Wisatawan akan langsung diarahkan ke lantai 3 di ruang seminar. Dibuat layaknya kelas, wisatawan diberi berbagai informasi tentang maskapai Japan Airlines.

JAL memiliki 230 pesawat yang masih beroperasi. Kalau dulu pakai boeing 777, sekarang JAL sudah berganti menggunakan boeing 787.

Museum ini juga menjelaskan tentang berbagai jenis pesawat yang digunakan oleh JAL, salah satunya boeing 777. Boeing 777 memiliki panjang badan 74 m, panjang sayap 64 m, tinggi 19 m, diameter badan pesawat 6,2 m.

Kursi yang disediakan di penerbangan International adalah 244 bangku dan penerbangan domestic 500 bangku. Keunggulan dalam penerbangan domestik adalah wifi gratis yang masih ada sampai sekarang.

“Take off pesawat butuh kecepatan 300 km/h, cruising (level flight) 900-1000 km/h, sedangkan landing 250 km/h,” jelas Inoue-san, pemandu dari JAL Sky Museum.

Perakitan pesawat sendiri memiliki durasi 2-3 minggu. Karena hanya butuh dirakit saja. Sedangkan pembuatan bagian-bagiannya dari negara lain.

“Kalau boeing 737 cuma 7 hari karena lebih kecil,” ujar Inoue-san.

Selepas dari ruang penjelasan, wisatawan boleh berkeliling aula pameran. Di aula ini ada berbagai macam detail tentang pesawat-pesawat yang digunakan JAL dan sistem operasi pesawat.

Penjelasan berupa gambar dan uraian pun disertakan di samping bagian-bagian pesawat atau sistem layanan. Biar seru, wisatawan diajak untuk mencoba pakaian awak kabin sambil berfoto. Bahkan contoh pakaian pramugari dari awal penerbangan sampai sekarang juga dipamerkan.

Tak cuma berpakaian saja, potongan kopkit pesawat juga disediakan. Sehingga wisatawan bisa melihat kopkit dengan lebih dekat.

Yang paling keren, ada ruangan khusus yang disediakan untuk pameran penerbangan khusus kaisar. Bangku pesawat dan foto-foto kaisar dipamerkan dengan jelas. Tapi sayang, tidak boleh berfoto di ruang pameran ini.

Puas mengenal berbagai pesawat yang dioperasika JAL, wisatawan akan dibawa ke hanggar. Di hanggar, ada 3 buah pesawat yang sedang dalam pemeriksaan rutin.

“Pesawat dicek tiap 2 tahun sekali, lama pengecekan biasanya 10 hari dengan masa pakai 25 tahun,” tutur Inoue-san.

Sebelum masuk ke hanggar, wisatawan akan di berikan helm pengaman. Ini adalah standar keselamatan kerja.

“Wisatawan boleh berfoto dengan latar pesawat JAL, tapi harus lihat-lihat. Ada daerah yang tidak boleh diinjak,” kata Inoue-san.

sky museum

Saat melihat-lihat isi hanggar, sesekali wisatawan berlari ke depan hanggar. Dari sini wisatawan bisa melihat langsung pesawat yang landing dan take off.

“Kalau mau lihat pesawat landing boleh, tapi jangan lewat batas hanggar ya, bahaya” jelas Inoue-san.

Untuk mencapai museum ini, wisatawan bisa naik bus atau monorail. Jika hendak menggunakan monorail, traveler bisa naik dari airport dan turun di stasiun Shinseibijo. Harga tiketnya 160 Yen atau sekitar Rp 20.000an per orang.

 

sumber : detikTravel

No Responses

Leave a Reply